Filosofi Kue Nastar Di Bulan Ramadhan


Menjelang lebaran pastinya akan ada beberapa jenis makanan yang akan mendadak keluar dan juga popular. Salah satunya adalah kue nastar, sudah ada banyak orang yang tahu bahwa kue yang satu ini memang selalu hadir pada saat lebaran. Banyak orang yang selalu menyediakan kue ini tanpa tahu apa sebenarnya filosofi dibalik kue ini yang selalu hadir pada saat hari raya besar ini. Tentu saja ada filosofi mengapa kue ini selalu hadir dan menemani kita bercengkrama.

Jika selama ini Anda selalu menyediakan kue ini, maka Anda harus tahu beberapa fakta dari kue ini yang selalu hadir pada saat ramadhan antara lain :
  1. Hadir karena dari Belanda, Indonesia yang merupakan salah satu negara jajahan dari Belanda pastinya cukup banyak terpengaruh dari negara yang satu ini. Salah satunya adalah kue ini sendiri merupakan kue yang berasal dari Belanda, namun di negara asalnya kue ini terbuat dari isian blueberry dan juga apel. 
  2. Isian dalam kue, pada dasarnya kue ini bukan diisi dengan buah nanas melainkan dengan buah apel atau buah blueberry. Sayangnya di Indonesia untuk menemukan isian ini cukup sulit maka dari itu diganti dengan menggunakan nanas yang merupakan buah untuk orang di musim tropis. 
  3. Terinspirasi dari kue pie, jadi kue ini dahulunya terinspirasi dari kue pie yang merupakan kue dari luar negeri dan bisa dibilang di Indonesia saat itu kue ini sangat popular sekali dan semua orang hampir membicarakan mengenai kue ini. 
  4. Kue keberuntungan, bisa dibilang kue ini sangat dianggap kue yang membawa keberuntungan karena selalu ada pada hari raya besar. Tidak hanya pada saat lebaran saja melainkan juga pada saat perayaan imlek kue ini juga hadir untuk menemani orang merayakan hari raya ini. 
Besarnya pengaruh Belanda pada saat itu yang menjadikan kue ini selalu dinantikan pada saat hari besar, maka dari itu kita harus bisa memaknai kue ini merupakan kue yang paling bermakna. Roti nastar memang merupakan kue dengan rasa unik dan juga kue dengan tekstur yang sedang sehingga cocok sekali dimakan berulang kali. Pada dasarnya membuat kue ini juga mudah dan tidak membutuhkan peralatan yang banyak.

Ketika Anda akan memasak kue ini maka jangan ragu karena kita bisa memasak dengan mudah dan juga bisa menggunakan resep turun temurun. Resep ini yang akan membantu kita dalam membuat kue yang selalu hadir pada saat ramadhan. Bahkan saat ini jenis kue ini juga sudah dipadukan dengan beberapa cara memasak modern yang akan menjadikan kue ini lebih enak dan juga lebih menarik perhatian.

Beberapa orang yang menggunakan kue ini sebagai hantaran pada saat hari raya lebaran sangat beruntung sekali karena pastinya kue ini membuat kerabat akan senang. Cara memasak kue yang satu ini sebenarnya sangat sederhana. Maka dari itu jangan sampai ragu dalam memberikan kue ini pada saat lebaran.

Jika akan memasak kue ini maka jangan lupa untuk menggunakan selalu mentega yang bisa dibilang salah satu bahan utamanya. Blueband merupakan pilihan mentega yang pas untuk kue nastar ini. Tekstur dari mentega ini akan membuat tekstur kue juga akan lebih lembut dan renyah pada saat dimakan. Jadi jangan sampai pilih mentega juga pastinya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Filosofi Kue Nastar Di Bulan Ramadhan"

Post a Comment